Pasangan mata uang EUR/USD sedang bersiap menghadapi badai, api pada saat yang sama, alih-alih badai, pasar justru bisa berada dalam kondisi sangat tenang. Perlu diingat bahwa dalam beberapa minggu terakhir, para pelaku pasar ragu-ragu untuk membuka posisi. Hubungan Iran–Amerika Serikat masih menyisakan banyak tanda tanya, dan latar belakang geopolitik terus berubah. Misalnya, pada hari Sabtu, Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran mungkin ditandatangani paling cepat hari Minggu. Kementerian Luar Negeri Iran, untuk pertama kalinya dalam waktu lama, tidak membantah pernyataan Presiden AS tersebut. Namun, pada hari Minggu, muncul kabar bahwa Teheran menolak menandatangani perjanjian itu, tetapi menyebutkan bahwa kesepakatan mungkin akan diteken dalam waktu dekat. Kemungkinan besar, alasan penolakan tersebut adalah karena hari Minggu bertepatan dengan ulang tahun Trump. Atau Trump hanya terlalu cepat mengambil kesimpulan.
Perlu diingat bahwa selama dua bulan terakhir Trump sudah berulang kali menjanjikan kesepakatan yang akan tercapai "akhir minggu ini". Karena itu, jika perjanjian tidak juga ditandatangani pada awal minggu baru, hal tersebut tidak akan mengejutkan. Jika tidak ada kesepakatan, maka sama sekali tidak ada yang berubah bagi euro dan dolar. Dengan kata lain, tidak ada kesepakatan berarti tidak ada pergerakan. Akan ada sejumlah peristiwa penting lain sepanjang minggu ini; namun, hasilnya juga mungkin tidak sesuai dengan yang banyak pihak harapkan saat ini. Perlu diingat bahwa Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga pada minggu lalu untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, dan pasar sama sekali tidak bereaksi terhadap peristiwa tersebut. Seberapa besar kemungkinan pasar akan merespons pertemuan Federal Reserve minggu ini, sementara dengan probabilitas 100% tidak akan ada keputusan penting yang diambil?
Kami bahkan belum mempertimbangkan peristiwa makroekonomi dan fundamental lainnya. Jika pasar setidaknya bereaksi terhadap pertemuan Fed dan pidato Kevin Warsh, itu sudah cukup baik. Namun, pasar mungkin tetap berfokus pada geopolitik. Jika tidak ada berita penting di bidang ini, maka sepanjang minggu juga bisa nyaris tanpa pergerakan. Trump mungkin kembali mengeluarkan ancaman terhadap Iran, dan Iran dapat terus "unjuk kekuatan" karena merasakan bahwa kesepakatan tersebut sebenarnya lebih dibutuhkan oleh Washington.
Pada hari Minggu muncul konfirmasi bahwa isu nuklir bahkan belum masuk agenda saat ini. Para pihak terlebih dahulu harus menandatangani nota kesepahaman, mencabut sanksi, dan membuka kembali Selat Hormuz; baru kemudian pembahasan mengenai isu nuklir dimulai. Artinya, tidak ada jaminan bahwa gencatan senjata tidak akan berakhir hanya seminggu setelah penandatanganannya. Kami masih meragukan bahwa para pihak terkait dapat menemukan titik temu soal program nuklir Iran. Dengan demikian, mereka mungkin menandatangani dua puluh kesepakatan sementara, tetapi jika isu nuklir tidak terselesaikan, hal itu hanya berarti satu hal—perang, atau setidaknya permusuhan yang kembali berkobar, akan berlanjut. Sampai persoalan nuklir diselesaikan, euro dan pound akan sulit menunjukkan pertumbuhan. Namun, dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, kedua pasangan mata uang tersebut berpotensi mencatatkan pergerakan naik yang cukup signifikan.

Rata-rata volatilitas pasangan mata uang EUR/USD selama 5 hari perdagangan terakhir per 14 Juni sebesar 53 pip, yang dikategorikan "rata-rata". Kami memperkirakan pasangan ini akan bergerak di antara level 1,1515 dan 1,1621 pada hari Senin. Channel atas regresi linear telah berbalik naik, yang mengindikasikan perubahan menuju tren naik. Indikator CCI telah memasuki area overbought dan membentuk dua divergensi bearish, memberi sinyal dimulainya koreksi turun yang masih belum selesai. Terakhir, indikator ini memasuki area oversold, yang mengindikasikan kemungkinan berakhirnya koreksi.
Level support terdekat:
S1 – 1,1536
S2 – 1,1475
S3 – 1,1414
Level resistance terdekat:
R1 – 1,1597
R2 – 1,1658
R3 – 1,1719
Rekomendasi Trading:
Pasangan EUR/USD melanjutkan pergerakan turunnya, yang diduga merupakan koreksi dalam tren naik global. Latar belakang fundamental secara keseluruhan untuk dolar masih sangat negatif, dan hanya faktor geopolitik yang secara berkala mendukungnya. Ketika harga berada di bawah moving average, posisi jual dapat dipertimbangkan dengan target 1,1515 dan 1,1475. Di atas garis moving average, posisi beli relevan dengan target 1,1719 dan 1,1780. Pasar terus menjauh dari faktor geopolitik, tetapi dalam beberapa minggu terakhir dolar diminati karena harapan perdamaian di Timur Tengah melemah.
Penjelasan untuk Ilustrasi:
Channel regresi linear membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya mengarah ke satu sisi, tren saat ini sedang kuat;
Garis moving average (pengaturan 20,0, diperhalus) menentukan tren jangka pendek dan arah yang sebaiknya diambil dalam trading saat ini;
Level Murray – level target untuk pergerakan dan koreksi;
Level volatilitas (garis merah) – channel harga yang diperkirakan akan menjadi rentang pergerakan pasangan ini pada hari berikutnya, berdasarkan indikator volatilitas saat ini;
Indikator CCI – ketika masuk ke area oversold (di bawah -250) atau area overbought (di atas +250), hal ini menandakan bahwa tren akan segera berbalik ke arah berlawanan.